Rosario Koronka Kerahiman Ilahi

Rosario Koronka lagu

ROSARIO KORONKA KERAHIMAN ILAHI
[ Sebelum menyanyikan lagu ini, didahului dengan tanda salib, Bapa kami 1x, Salam Maria 1x dan Syahadat 1x ]

Pada “biji Bapa kami” rosario biasa :

Ba-pa yang ke- kal.* ku- per-sem- bah-kan ke- pa- da- Mu,
Tu- buh dan Darah, Ji- wa dan ke- Al- lah- an
Pu- tra- Mu yang ter- ka- sih Tu- han ka- mi Ye- sus Kris- tus, se-
ba-gai pen-da-mai-an ba- gi do- sa ka- mi dan
do- sa se- lu- ruh du- ni- a.

Pada “biji 10 Salam Maria” rosario biasa:

De- mi seng-sa- ra Yesus yang pe- dih,* tun- juk-kan-lah b’las ka- sih-
Mu ke- pa- da ka- mi dan se- lu- ruh du- nia.

Penutup Rosario Koronka (diulang 3x):

Al- lah yang Kudus, Ku-dus ber- ku- a- sa, Ku- dus dan ke- kal,*
ka-sih-an- i- lah ka- mi dan se- lu- ruh du- ni- a.

Ibadat Adorasi Yubileum Kerahiman Allah

Tahun Yubileum Kerahiman Ilahi menjadi momen rahmat sejati bagi semua umat Kristiani dan menjadi sebuah kebangkitan untuk meneruskan langkah evangelisasi baru dan pembaharuan pastoral yang dinyatakan oleh Paus Fransiskus.
Itulah gambaran yang diberikan oleh presiden Dewan Kepausan untuk Evangelisasi Baru Uskup Agung Salvadore Fisichella dalam konferensi pers di Vatikan, 5 Mei 2015, saat diungkapkan secara mendetail peristiwa-peristiwa utama yang akan berlangsung dalam Tahun Kerahiman Ilahi itu.
Tahun Yubileum Kerahiman Ilahi dimulai tanggal 8 Desember 2015, pada Hari Raya Maria Dikandung Tanpa Noda, dan akan berlangsung hingga 20 November 2016, Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam.
Yang pertama dalam sejarah Tahun-Tahun Yubileum dalam Gereja, kata uskup agung itu, tahun Yubileum ini memberikan kesempatan bagi keuskupan-keuskupan di seluruh dunia untuk mengambil bagian dalam peristiwa itu dengan membuka Pintu Suci mereka sendiri, atau Pintu Kerahiman Ilahi, di katedral atau di gereja atau di tempat ziarah yang banyak dikunjungi peziarah.
Dalam konferensi pers di Vatikan itu juga diperlihatkan logo Tahun Yubileum Kerahiman Ilahi (Lihat sampul depan buku panduan ini). Logo itu menggambarkan Gembala Baik sedang menggendong jiwa yang hilang, sebagai ringkasan tepat tentang Tahun Yubileum itu.
Demikian juga, moto “Merciful like the Father” (Maharahim seperti Bapa) merupakan ajakan untuk mengikuti contoh kerahiman Allah yang meminta kita untuk tidak menghakimi atau menyalahkan tetapi sebaliknya memberikan kasih dan pengampunan.

Pertanyaan untuk kita temukan jawabannya:
PINTU KERAHIMAN mana yang dapat aku buka dalam diriku, keluargaku, Gerejaku agar aku tidak lagi menghakimi atau menyalahkan melainkan memberikan kasih dan pengampunan?
IBADAT
ADORASI KERAHIMAN ILAHI
[Adorasi sebaiknya dilakukan setelah doa “Jam Kerahiman Ilahi”, yaitu jam 15.00 wib, karena adorasi merupakan permenungan lanjutan dari Jam Kerahiman Ilahi. Jika dilangsungkan sesudah misa, setelah doa sesudah komuni, Sakramen ditahtakan.]

Nyanyian Pembuka: “Ya Hati Yesus Maharahim” [PS.561]
[dinyanyikan untuk mengiringi Pentakhtaan Sakramen Mahakudus, jika ada imam. Jika tidak ada pentakhtaan Sakramen, mata dan hati kita terarah pada Sakramen Mahakudus di Tabernakel.]
Tanda Salib
P Dalam Nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.
U Amin.
Pujian Pembuka
P Terpujilah Engkau untuk selama-lamanya.
U Ya Yesus dalam Sakramen Mahakudus.
P Salam, ya Tuhan Yesus Kristus yang hadir dalam Ekaristi Mahakudus.
U Engkaulah Roti yang turun dari surga, Engkaulah Roti yang memberi hidup.
P Salam ya Tuhan Yesus Kristus yang hadir dalam Perayaan Ekaristi.
U Engkaulah Sumber yang memberi kelegaan bagi mereka yang kehausan.
P Salam ya Tubuh Kristus yang diserahkan bagi kami sebagai kurban. Salam, ya Darah Kristus yang ditumpahkan untuk keselamatan kami.
U Engkaulah yang menebus kami dari segala dosa kami.
P Bersama seluruh malaikat dan semua orang kudus.
U Kami menyembah Engkau, ya Tuhan yang hadir dalam Sakramen Mahakudus.
Doa Pembuka
1 1 6 . /
P Mari menimba air kehidupan.
1 1 6 . /
U Dari sumber-sumber keselamatan.
P Marilah berdoa, [hening sejenak]
Allah yang penuh belas kasih, dalam hati Putra-Mu yang terlukai dosa-dosa kami, Engkau menganugerahi kami, hati cinta kasih-Mu yang tak terhingga. Perkenankanlah kami menyampaikan sembah bakti kami kepada-Nya dan mengamalkan tobat kami dalam langkah laku yang pantas. Demi Kristus, Tuhan kami.
U Amin.
Bacaan Kitab Suci: Mat 11: 28
L Pembacaan dari Injil Matius:
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Demikianlah Injil Tuhan.
U Terpujilah Kristus.
Nyanyian Tanggapan: “Mari Datang Padaku” [PS.422]
Renungan/Meditasi:
Menikmati Janji Tuhan Yesus
P Yesus bersabda:
“Datanglah kepada-Ku kamu semua yang lelah, dan merasakan beratnya beban; dan Aku akan menyegarkan jiwamu. Betapa Aku rindu melihat engkau tinggal bersama Aku. Aku tahu engkau lelah dan letih karena beban hidupmu. Biarkanlah Aku memenuhi engkau dengan kasih, kegembiraan, dan damai. Sekarang, katakanlah kepada-Ku tentang persoalan-persoalan dan kebutuhan-kebutuhanmu. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu”.
[Memeditasikan renungan singkat:]
P Tidak ada hidup yang terlalu hancur untuk dapat dibentuk kembali oleh Allah. Dalam hati, marilah kita menyebutkan persoalan kita, termasuk orang yang berdosa yang kita doakan ….
Waktu Hening
[Waktu hening dapat diisi dengan berbagai kemungkinan: hening sungguh-sungguh tanpa suara, atau diiringi musik instrumentalia yang lembut-meditatif, atau untuk doa pribadi. Untuk doa pribadi dapat digunakan “Doa Adorasi Ekaristi” hlm 97-146. Lama waktu hening sesuai kebutuhan. Waktu hening dapat ditutup dengan nyanyian “Sion, Puji Penyelamat”: PS. 556 atau “Allah yang tersamar”: PS.557]
Doa Penyembahan kepada Raja Kerahiman.
P Ya Raja Kerahiman, Engkau meninggalkan Diri-Mu bagi kami dalam Sakramen Mahakudus,
U dan Engkau membuka lebar-lebar belas kasih-Mu bagi kami.
P Tak ada kesengsaraan yang dapat melelahkan Engkau;
U Engkau telah memanggil kami semua pada sumber mata air cinta kasih ini, pada sumber air belas kasih Allah.
P Inilah tabernakel Kerahiman Ilahi;
U inilah obat bagi semua penyakit-penyakit kami.
Atau
P Diagungkanlah Engkau, ya Allah, dalam karya belas kasih-Mu.
U Dalam Kasih-Mu yang tak terselami, Engkau membiarkan lambung-Mu yang suci ditembusi, dan keluarlah aliran Darah dan Air dari Hati-Mu.
P Di sinilah Sumber Mata Air hidup dari belas kasih-Mu,
U di sinilah jiwa-jiwa menerima penghiburan dan penyegaran.
Atau
P Dalam Sakramen Mahakudus, Engkau telah menyatakan belas kasih-Mu;
U Kasih-Mu berkenan untuk mengaturnya demikian, sehingga, melalui hidup, sengsara dan karya-Mu, aku tak akan lagi, mau meragukan kebaikan dan belas kasih-Mu.
P Karena meskipun seakan kesengsaraan seluruh dunia terbebankan pada jiwaku,
U aku takkan ragu sesaatpun, sebaliknya percaya dan mengandalkan kekuatan belas kasih Allah.
Doa Di Hadapan Sakramen Maha Kudus
[Doa di hadapan Sakramen Mahakudus, Sakramen Raja Kerahiman menggunakan: ROSARIO KERAHIMAN ILAHI (lih.halaman 8); atau doa-doa yang dapat dipilih dari buku “Ibadat Adorasi Ekaristi” hlm 97 – 146; dapat pula ditambahkan doa-doa spontan atau doa-doa khas dari kelompok pendoa.] Doa ditutup dengan nyanyian pujian di bawah ini.
Nyanyian Pujian: “Mari kita memadahkan” PS. 501 bait 5&6
Sakramen yang sungguh agung,
mari kita muliakan,
surut sudah hukum lampau,
tata baru tampillah.
Kar’na ind’ra tidak mampu,
iman jadi tumpuan.
Yang Berputra dan Sang Putra
dimuliakan, disembah,
dihormati, dan dipuja
beserta dengan Sang Roh:
muncul dari Kedua-Nya,
dan setara disembah. Amin.

1 1 6 . /
P Engkau telah memberi kami Roti Surgawi.
1 1 6 . /
U Yang mengandung segala kesegaran.
P Marilah kita berdoa:[hening sejenak]
Tuhan Yesus Kristus, dalam Perayaan Ekaristi, kami mengenangkan sengsara, wafat, dan kebangkitan-Mu. Semoga ibadat pujian Sakramen Mahakudus ini, semakin membuat kami sadar akan besarnya cinta-Mu, sehingga kami boleh mengalami keselamatan dan damai-Mu di bumi, dan menikmati kebahagiaan abadi di surga. Sebab Engkaulah Tuhan dan Pengantara kami.
U Amin.
Berkat/ Sujud Sakramen Mahakudus
[Jika ada imam/diakon, bisa diadakan pemberkatan umat dengan Sakramen Mahakudus. Bila tida ada, umat melakukan sujud menyembah dengan cara: berlutut, membungkuk dalam dan sejenak di hadapan Tuhan yang hadir dalam Sakramen Mahakudus, kemudian membuat tanda salib untuk diri sendiri].
Doa Pujian
Doa Kepada Hati Yesus
(bersama-sama)
P+U Hati Yesus yang Mahakudus, kami ingin hidup di dalam Engkau dan di dalam rahmat-Mu. Jagailah kami dari dosa dan kuatkanlah kehendak kami untuk selalu menjaga jiwa, budi, dan hati kami sehingga kami tetap dalam keadaan suci. Kami menyampaikan doa ini melalui Maria Bunda yang tersuci. Amin.
Atau

Terpujilah Allah (PS.205)
5 3 4 2
Ter-pujilah Al- lah. *
2 3 4 5
Ter-pujilah nama-Nya yang ku-dus.
Terpujilah Yesus Kristus, *
sungguh Allah, sungguh manusia.
Terpujilah nama Yesus. *
Terpujilah hati-Nya yang mahakudus.
Terpujilah Yesus Kristus. *
Terpujilah darah-Nya yang mahaindah.
Terpujilah Yesus *
dalam Sakramen Mahakudus.
Terpujilah Roh Kudus *
Penghibur kita.
Terpujilah Bunda Allah yang tiada bandingnya,*
perawan Maria yang amat suci.
Terpujilah yang terkandung dengan suci *
dan tak bernoda.
Terpujilah nama Maria, *
perawan dan bunda.
Terpujilah Bunda Maria *
yang diangkat ke surga dengan mulia.
Terpujilah Santo Yusuf *
mempelainya yang amat suci.
5 3 4 2
Terpujilah Allah *
2 3 . 1
dalam para malaikat dan semua orang ku-dus.
Lagu Penutup: “Kau Raja Mahakuasa” [PS.553].

Mbangun Pengandel lan katresnan

Gusti, kawula pitados, Sampéyan Dalem punika mahakuwasa tuwin mahaadil, nanging ugi mahasaé tuwin mahatresna.
Sampéyan Dalem sampun ngutus Putra Dalem perlu nebus dosa kawula, amrih kawula sageda wilujeng lan nampi kabegjan langgeng.
Mila, kawula tresna dhateng Gusti ngungkuli samukawis. Kawula ugi tresna dhateng sesami kados dhateng badan kawula piyambak. Gusti, kawula aturi ngagengaken katresnan kawula. Amin

Yen Pinuju Susah

Gusti, karana Sampéyan Dalem kawula badhé sumarah nandhang sawarnining kasangsaran, ingkang Sampéyan Dalem paringaken dhateng kawula. Kawula mboten badhé mbédakaken sakéca punapa mboten sakéca, legi punapa pait, nyenengaken punapa nusahaken, sadaya badhé kawula tampi saking asta Dalem, punapa malih kawula badhé munjuk sembah nuwun, margi kawula sampun tampi peparing Dalem kathah sanget.
Kawula mugi linepatna saking dosa, supados kawula mboten badhé ajrih dhateng pejah utawi naraka.
Kawula mboten badhé kapitunan margi sangsara ingkang dhumawah ing kawula, uger Sampéyan Dalem mboten mbucal kawula ing salanggenipun sarta mboten nyorèk nama kawula ing bukuning para gesang. Amin.

Sembahyangan Pepak Kanggo Sakabèhé

Dhuh Gusti, abdi Dalem sami nenuwun ingarsa Dalem, mugi karana kamirahan Dalem, kawula sami kauwalna saking dosa. Mugi abdi Dalem saha tetiyang ingkang sami misaèni kawula, punapa déné sesami kawula sami sageda lestantun gesang utami, lepat ing piawon, margi saking lantaranipun Sang Kenya minulya tuwin Para Suci.
Semanten ugi tiyang sepuh, sanak sadhèrèk, tuwin para mitra pitepangan kawula, mugi sami tinebihna saking dosa, wangsul malah tansah rinengga ing kautamèn. Abdi Dalem sadaya sami pinaringana jenjem, tentrem, lan rahayu. Mugi malangana pandameling mengsah kawula, ingkang katingal utawi mboten katingal. Déné kawula sami tinebihna saking kanepsoning asmara. O, Gusti, mugi wontena karsa Dalem paring jawah, tuwin hawa saé, punapa malih paringa lohing tegil pasabinan.
Mugi karsaa ngrentahaken katresnan Dalem dhateng para mitra kawula, déné tanah padunungan kawula satetiyangipun, ingkang ngenggèni, sami linepatna saking bebaya pageblug, paceklik, tuwin pangrimuking panasaran. Punapa malih mugi paringa gesang begja dhateng tetiyang ingkang pitados ing Sampéyan Dalem sarta karaharjaning delahan dhateng ingkang sampun sami tilar donya. Mugi Santo Bapa, Rama Uskup, tuwin sakathahing pangageng kawula, punapa déné sadaya tiyang Katulik, sami kinalisna saking sawarnining pancabaya. Ing wasana, mugi kawula piyambak tansah kinembenga ing berkah Dalem. Lantaran Sang Kristus, Gusti kawula. Amin.

Nyenyuwunaké anak

Dhuh Allah ingkang dados Ramaning tiyang sadaya, Sampéyan Dalem priksa, bilih kawula tresna sanget dhateng anak, saha mungseng dhateng karahayonipun, margi punika dados tetanggelan kawula ingkang ageng piyambak.
Panyuwun kawula, Gusti: mugi wontena karsa Dalem ngreksa dhateng anak-anak kawula wau; katuntuna ngambah margining kautamèn, saha mugi sampun ngantos nilar ing Sampéyan Dalem margi nglampahi dosa. Mugi pinaringana manah ingkang tetep, sampun ngantos kénging panggodhaning tuladha awon, temahan nyimpang saking dhawuh Dalem. Makaten ugi kawula nyuwun berkah Dalem anggèn kawula mijeni watak remen dhateng prakawis agami katulik tuwin lampah kamursidan, supados wiwit alit sampun mangertos saha tresna ing Sampéyan Dalem. Punapa malih mugi ugi sami kaparingana kawilujengan wonten ing donya dumugining kalanggengan. Cekakipun mugi winantua ing sih Dalem wonten ing sakathahing bebaya, saha kadumugèkna ing kabingahan langgeng, ingkang kawula tedahaken marginipun. Dados mbénjing yèn nyawa kawula kapundhut, sakéca manah kawula, déné peparing Dalem anak kawula sami suwita ing Sampéyan Dalem, mboten wonten ingkang cicir satunggal-tunggala.
Ing wasana begja cilakanipun anak kawula wau, kawula sumanggakaken ing ngarsa Dalem Allah kawula ingkang Mahawicaksana sarta Mahaasih. Amin.

Nyenyuwunaké Tiyang Sepuh

Dhuh Allah ingkang maringi sagunging kasaénan, tiyang sepuh kawula, kawula sumanggakaken ing Sih Kadarman Dalem. Sampéyan Dalem dhawuh saha maringi tuladha supados kawula sami ngaosi dhumateng tiyang sepuh kawula.
Dhuh Gusti kawula munjuk sembah nuwun, déné Sampéyan Dalem sampun maringi tiyang sepuh ingkang saé makaten, ingkang mboten ngemungaken ngreksa wilujenging badan kawula, malah inggih prihatos sanget menggah rahayuning sukma kawula, ing donya dumugining jaman kalanggengan.
Dhuh Gusti mugi kawula sampun ngantos mboten gadhah panarimah dhateng kasaénanipun, mandar kaparingana sih pitulungan sagedipun kawula males dhateng prihatos saha pamulasaranipun wau, tuwin males adamel kabingahanipun. Gusti mugi tiyang sepuh kawula tansah ginanjar bagas kuwarasan, umur panjang, gampil ngupados pangupa-jiwa, saha panglipur wonten ing salebetipun pakèwed utawi sakit. Punapa malih jiwa raganipun, mugi tinebihna saking béka rencana, wasana katresnanipun dhateng kawula, winalesa ing gesang langgeng. Amin.